by Bambang Achdiat on Wednesday, February 2, 2011 at 9:01pm
(bwt org yg byk maunya –> gw <– including org manja yg kudu selalu dpt apa yg dipengenin)
(terimakasih bwt Bambang Achdiat dg bukunya yg udah memotivasi hidup q)

Hidup dalam keterbandingan tidak akan membuat seseorang menemukan kebahagiaan dan ketenangan, Ilmu pengetahuan cenderung membandingkan satu dengan yang lain. Oleh karena itu, banyak orang pintar yang tidak memiliki landasan spiritual atau mereka yang matrealistis banyak yang tidak pernah mencicipi apa itu kebahagiaan. Jika ada orang yang terus membandingkan kekayaannya dengan orang yang paling kaya di dunia ia tidak akan menemukan kebahagiaan, jika ada laki-laki yang membandingkan kegantengannya dengan saya… he… ^_^) bukan lah….. maksudnya… laki-laki yang paling ganteng di dunia, maka dia akan terus ditemani keresahan, pun begitu jika ada wanita yang terus menjalani oprasi plastik setiap hari karena membandingkan kecantikannya dengan wanita paling cantik di dunia. Jika kita masih tidak bisa menerima sebenarnya diri kita, jika kita selalu ingin membandingkan diri dengan yang lain maka kita tidak akan pernah berjodoh dengan kebahagiaan,. Kita perlu belajar menerima dan mencintai diri kita.
Hidup kita sering dipersulit dengan materi, banyak orang yang bekerja keras demi uang. Karena baginya uang adalah sesuatu yang penting, karena nominal uang tidak pernah mencapai kecukupan berdasar persepsi dirinya, menyebabkan ia terus bekerja dan fokus pada jumlah uang.
Kawan, mari rehat sejenak melihat mana yang paling urgent dalam hidup, jika Diantara kita tidak makan, maka selama 30 hari kita bisa bertahan, tubuh kita terdiri dari lebih dari 70% adalah air, kepentingan air jauh lebih besar dari makanan, jika lebih dari 3 hari kita tidak menemukan air, maka secara klinis kita akan meninggal. Tapi pernahkan kita berpikir keras setiap hari untuk mencukupi kebutuhan akan air? Tapi bukankah selalu tercukupi? Kepentingan udara lebih penting dari pada air, jika lebih dari 3 menit saja kita tidak bisa bernafas, maka secara klinis kita akan mengalami kesulitan yang besar. Tapi apakah kita perpikir keras untuk memikirkan pemenuhan kebutuhan akan udara.
Semua gratis kawan, sayang kita sibuk dengan keinginan, sedang kebutuhan yang selalu terpenuhi tanpa usaha keras yang selalu ada tanpa kita menyengajakan memikirkannya membuat kita tidak bisa bersyukur. Jika kita mau berpikir lagi maka kita akan melihat bahwa hidup itu adalah rangkaian berkah. Yang membuat seharusnya kita tersenyum …
(Q.S. Arrahman [55] :13)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s