How to connect your idea about life,…

Finding your partner in crime.

 

Setiap wanita punya cara pandang berbeda dalam menilai kecocokan dg pasangannya. Beberapa ada yg hanya mendengarkan pasangannya lalu mencoba menyamakan pikiran atau terdoktrin dg sendiri nya. Beberapa justru memberikan doktrin dg paksaan agar mereka sama. Wanita yg sulit, adalah dia yg punya visi yg harus dia capai, kemudian mendengarkan visi pasangannya. Kesulitannya pada bagaimana sampai kedua visi ini bisa jalan bersamaan atau memutuskan untuk berpisah karena visi yg berbeda.

Mungkin aku tipe wanita sulit itu. Aku bukannya pribadi yg suka dikekang dg peraturan dan kewajiban kuno. Aku menjaga diri dg baik dan mencoba berbuat baik, tapi ada kewajiban kuno yg tidak ingin kulakukan. Dan pemaksaan (pemberian doktrin dari pasangan walaupun terkesan pelan-pelan) membuat satu-satunya jalan adalah pemutusan hubungan.

Sebut saja dia wanita metropolitan. Seni dan kebebasan berekspresi sudah satu menjadi dirinya. Mungkin ada satu contoh pribadi seperti itu dalam film; Eat, Pray, Love. Dia memang seperti itu jauh dari sebelum adanya film itu.

Untuk orang yg berjalan di jalur dan arah yg satu macam, dia selalu tergelitik mencari jalur baru diantara semak dan pagar. Dia akan melakukannya. Hidupnya, tidurnya tidak akan tenang sebelum melakukannya dan berhasil mendapatkan kebenaran dari jalurnya sendiri.

Ini bukanlah keinginan kekanakannya. Ini adalah dirinya.

 

Jadi berkhayal lah di depan wanita. Dan kejarlah visi mu. Lihat, apa dia punya khayalan yg sama atau berbeda. Perpisahan karena berbeda adalah kebenaran. Karena dg menyamakan perbedaan akan menyakiti lebih dari satu org. Itu dzolim.

Ini adalah aku. Bukan untuk dikomentari. Hanya untuk di mengerti.

Comments are closed.